Subscribe:

Ads 468x60px

125x125 Ads3

125x125 Ads3
sepaeda keren

Link List

Recent Comments

bacalah pantun di bawah ini pantun

buah manggis buah mangga janganlah menangis karena cita

Featured Posts

semoga kalia semua suka ke blog saya

Sabtu, 25 Februari 2012


Makalah geografi
Latar belakang Negara ASEAN
(timur leste & philipina)

                     


Oleh :
 ABD BASID
NISN:9973729770

MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN
 TAPEL 2011/2012






Makalah geografi
Latar belakang Negara ASEAN
(timur leste & philipina)

                                 



morac                                                                      
                           

Oleh :
 ABD BASID
NISN:9973729770

MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN
TAPEL 2011/2012


Halaman pengesahan
Alhamdulillah dengan ini kami menyatakan bahwa makalah ini yang berjudul latar belakang Negara ASEAN (timur leste & philipina) sudah selesai dan di sahkan oleh:
1. Pengajar:                                                                               2.Wali kelas:
      







Mengetahui kepala sekolah



Drs. HM. ALI HUSNAN, M. Pd.I
NIP.150 196 307



Kata pengantar
Puji syukur panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmat karunia dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyusun makalah tentang
Latar belakang Negara ASEAN
(timur leste & philipina)
Dalam menyelesaikan makalah ini kami banyak sekali mendapat bantuan dari pihak lain, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bantuan yang kami dapat berupa bimbingan, arahan dan dukungan, baik berupa moral maupun material, merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kami, oleh karena itu dengan segala hormat kami menghaturkan banyak terimakasih kepada pihak yang telah membantu kami.
Segala kesempurnaan datangnya dari ALLAH SWT oleh karena itu ,kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kritik dan saran yang sifatnya membangun, kami harap dari pembaca demi sesuatu yang lebih baik . semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya bagi kami semua umumnya


Pakong Pamekasan, 25  Januari 2012


Penyusun



Daftar isi
Halaman judul............................................................................................. i
Halaman pengesahan................................................................................... ii
Kata pengantar............................................................................................ iii
Daftar isi...................................................................................................... iv
 BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................... 1
        A.Latar belakang................................................................................. 1
        B.Tujuan ............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 2
1.     latar belakang berdirinya ASEAN (Filipina & timor leste)................ 2
a.     sejarah perrtumbuhan (Filipina & timor leste)......................... 2
b.     tujuan di dirikannya ASEAN................................................... 6
2.     letak wilayah(astronomis & geografis)............................................... 10
3.     potensi SDA yang dapat di kembangkan(Filipina & timor leste)....... 10
4.     tingkat pendidikan penduduk(Filipina & timor leste.......................... 11
5.     tingkat kesejahteraan penduduk(ekonomi)......................................... 15
6.     tingkat kesehatan penduduk(Filipina & timor leste).......................... 15
7.     hubungan-hubungan Filipina & timor leste dengan Negara Indonesia...... 16
BAB III........................................................................................................ 17
1.     Rekaman hasil presentasi............................................................. 17
2.     Penutup........................................................................................ 17
a.     Kesimpulan........................................................................ 17
b.     Saran.................................................................................. 18
3.     Daftar pustaka............................................................................. 19


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Balakang
Pada zaman sekarang banyak orang yang cuma bisa menikmati apa yang ada di sekelilingnya tanpa berfikir apa proses dan unsur-unsur yang ada.
Dan pada kali ini sangat sedikit sekali orang yang peduli dan perhatian atas negara-negara 1 kawasan yaitu kawan asia tenggara, apalagi negara-negara luar, oleh karna itu kami merangkum sedikit tentang negara-negara ASEAN{filipina&timor leste}
Dengan di susunnya makalah ini kami harap supaya banyak berguna bagi kita semua, dan supaya kita bisa mengetahui salah satu unsur-unsur negara ASEAN.
   B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, terdapat beberapa rumusan masalah dalam kaitannya dengan komponen Manajemen Berbasis Sekolah, yaitu sebagai berikut:
A. Bagai mana sejarah dari negara asia tenggara tersebut?
B.apa tujuan di dirikannya ASEAN?
C. apa saja hasil alam yang bisa di kembangkan dari negara tersebut?
D. bagai mana ke adaan ekonomi dari negara tersebut?
E jumlah penduduk dan kepadatannya?


Bab ii
Filipina & timor leste
A.  Latar belakang  berdirinya ASEAN
A.    Sejarah pertumbuhan
a. Filipina

Gambar yang menunjukkan bangsawan lama Filipina. Kiri adalah jenderal dari kerajaan Butuan, dan kanan adalah putri dari kerajaan Tondo
Sejarah Filipina dipercaya telah dimulai dengan kedatangan manusia pertama lewat jembatan darat paling tidak 30.000 tahun yang lalu[1] Kedatangan pertama orang-orang Barat yang tercatat adalah kedatanganFerdinand Magellan diPulau Homonhon, di tenggaraSamarpada 16 Maret 1521
            Sebelum kedatangan Magellan, terdapat suku-suku Negrito yang menjelajahi pulau-pulau Filipina, namun mereka kemudian digantikan oleh orang-orangAustronesia. Kelompok-kelompok tersebut dapat digolongkan menjadi suku pemburu dan peramu, masyarakat kesatria, plutokrasi kecil, dan kerajaan maritim, yang kemudian tumbuh menjadi kerajaan, konfederasi dan kesultanan. Negara-negara prakolonial itu contohnyakerajaan Butuan, Cebu, Tondo, Maysapan, Maynila, konfederasi Madyaas, Negeri Mai, dan kesultanan Sulu serta Maguindanao. Negara-negara kecil ini berkembang paling tidak sejak abad ke-10. Meskipun kerajaan-kerajaan ini mencapai tatanan politik dan sosial yang rumit, serta melakukan perdagangan dengan daerah-daerah yang sekarang menjadi Cina, India, Jepang, Thailand, VietnamdanIndonesia, tidak ada yang berhasil menyatukan kepulauan yang sekarang menjadi Filipina di abad ke-20.
Penjajahan dan pemukimanSpanyoldimulai dengan kedatangan ekspedisiMiguel López de Legazpi pada tahun 1565, yang mendirikan pemukiman San Miguel di pulau Cebu,] danlebih banyak lagi pemukiman ke utara, mencapai teluk Manila di pulau Luzon pada tahun 1571 Di Manila, mereka mendirikan kota baru dan dengan demikian memulai era penjajahan imperium Spanyol, yang berlangsung lebih dari tiga abad.
Pemerintahan Spanyol berusaha mencapai penyatuan politik seluruh kepulauan, yang sebelumnya terdiri atas berbagai kerajaan dan komunitas merdeka, namun tidak berhasil. Penyatuan Filipina baru berhasil pada abad ke-20. Spanyol memperkenalkan percetakan versi Eropa Barat, dan kalender Gregorian, dan jugacacar, penyakit kelamin, lepra, perang dengan senjata api.  Hindia Timur Spanyoldiperintah dan diadministrasi sebagai bagian Kerajamudaan Spanyol Baru dari Meksiko dari 1565 sampai 1821, dan diadministrasi langsung dari Madrid dari tahun 1821 sampai akhirPerang Spanyol-Amerika di tahun 1898, kecuali pada selang singkat pendudukan Britania di Filipina (1762-1764). Orang-orang Cina, Britania, Portugis, Belanda, Jepang dan pedagang pribumi mengeluh bahwa Spanyol menekan perdagangan dengan pemberlakuan monopoli Spanyol. Misionaris Spanyol mencoba mengkristenkan penduduk dan umumnya sukses di dataran rendah utara dan tengah, pada akhirnya. Mereka mendirikan sekolah, universitas, dan rumah sakit, terutama di Manila dan pemukiman benteng-benteng Spanyol.
            Revolusi Filipina melawan Spanyol dimulai pada April 1896, yang berpuncak di dua tahun kemudian dengan proklamasi kemerdekaan dan pendirian Republik Pertama Filipina. NamunTraktat Paris, pada akhir perang Spanyol-Amerika, memindahkan kendali atas Filipina kepada Amerika Serikat. Perjanjian ini tidak diakui oleh pemerintah Filipina, yang pada 2 Juni 1899, menyatakan perang terhadap Amerika Serikat.  Perang Filipina-Amerika yang kemudian terjadi berakibat korban dalam jumlah besar.  Presiden FilipinaEmilio Aguinaldo ditangkap pada tahun 1901 dan pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan konflik berakhir secara resmi pada tahun 1902. Para pemimpin Filipina pada umumnya menerima bahwa AS telah menang, namun permusuhan terus berlanjut dan baru mulai berkurang tahun 1913. Pemerintahan kolonial AS dimulai tahun 1905 dengan otonomi lokal sangat terbatas. Otonomi parsial (status persemakmuran) diberikan pada tahun 1935, dengan kemerdekaan penuh dari AS direncanakan pada tahun 1946. Persiapan untuk negara yang berdaulat sepenuhnya diinterupsi oleh pendudukanKekaisaran Jepangselama Perang Dunia II.
            Dengan ekonomi yang menjanjikan pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an, Filipina pada akhir 1960-an dan awal 1970-an mengalami kebangkitan aktivisme mahasiswa dan pergerakan sipil terhadap kediktatoran Presiden Ferdinand Marcos yang memberlakukan hukum militer pada tahun 1972. Karena ikatan yang dekat antara AS dan Presiden Marcos, pemerintah AS terus mendukung Marcos meskipun pemerintahannya dikenal sangat korup dan melakukan pelanggaranhak asasi manusiasecara meluas. Namun revolusi "People Power" pada tahun 1986 telah memakzulkan Marcos dan membawa kembali demokrasi di negara tersebut. Periode setelah itu ditandai oleh ketidakstabilan politik dan terganggunya produktivitas ekonomi
b. Sejarah Timor Leste
            Sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-16 dan menjajahnya pada pertengahan abad itu juga. Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai Timor Timur dari 1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II Portugal kembali menguasainya.
            Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro. Setelah itu FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975. Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya wanita dan anak-anak karena para suami mereka adalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia). Dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 April 1977 dengan Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik mengatakan bahwa "jumlah korban tewas berjumlah 50.000 orang atau mungkin 80.000". Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis.
            Ketika pasukan Indonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975, FRETILIN didampingi dengan ribuan rakyat mengungsi ke daerah pegunungan untuk untuk melawan tentara Indonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di hutan karena pemboman dari udara oleh militer Indonesia serta ada yang mati karena penyakit dan kelaparan. Banyak juga yang mati di kota setelah menyerahkan diri ke tentara Indonesia, namun Tim Palang Merah International yang menangani orang-orang ini tidak mampu menyelamatkan semuanya.
            Selain terjadinya korban penduduk sipil di hutan, terjadi juga pembantaian oleh kelompok radikal FRETILIN di hutan terhadap kelompok yang lebih moderat. Sehingga banyak juga tokoh-tokoh FRETILIN yang dibunuh oleh sesama FRETILIN selama di Hutan. Semua cerita ini dikisahkan kembali oleh orang-orang seperti Francisco Xavier do Amaral, Presiden Pertama Timor Lesta yang mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1975. Seandainya Jenderal Wiranto (pada waktu itu Letnan) tidak menyelamatkan Xavier di lubang tempat dia dipenjarakan oleh FRETILIN di hutan, maka mungkin Xavier tidak bisa lagi jadi Ketua Partai ASDT di Timor Leste Sekarang.
            Selain Xavier, ada juga komandan sektor FRETILIN bernama Aquiles yang dinyatakan hilang di hutan (kemungkinan besar dibunuh oleh kelompok radikal FRETILIN). Istri komandan Aquilis sekarang ada di Baucau dan masih terus menanyakan kepada para komandan FRETILIN lain yang memegang kendali di sektor Timur pada waktu itu tentang keberadaan suaminya.
            Selama perang saudara di Timor Leste dalam kurun waktu 3 bulan (September-November 1975) dan selama pendudukan Indonesia selama 24 tahun (1975-1999), lebih dari 200.000 orang dinyatakan meninggal (60.000 orang secara resmi mati di tangan FRETILN menurut laporan resmi PBB). Selebihnya mati ditangan Indonesia saat dan sesudah invasi dan adapula yang mati kelaparan atau penyakit. Hasil CAVR menyatakan 183.000 mati di tangan tentara Indonesia karena keracunan bahan kimia dari bom-bom napalm, serta mortir-mortir.
            Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia tahun 1976 sebagai provinsi ke-27 setelah gubernur jendral Timor Portugis terakhir Mario Lemos Pires melarikan diri dari Dili setelah tidak mampu menguasai keadaan pada saat terjadi perang saudara. Portugal juga gagal dalam proses dekolonisasi di Timor Portugis dan selalu mengklaim Timor Portugis sebagai wilayahnya walaupun meninggalkannya dan tidak pernah diurus dengan baik.
            Amerika Serikat dan Australia "merestui" tindakan Indonesia karena takut Timor Leste menjadi kantong komunisme terutama karena kekuatan utama di perang saudara Timor Leste adalah Fretilin yang beraliran Marxis-Komunis. AS dan Australia khawatir akan efek domino meluasnya pengaruh komunisme di Asia Tenggara setelah AS lari terbirit-birit dari Vietnam dengan jatuhnya Saigon atau Ho Chi Minh City.
Salah satu demonstrasi di Australia yang menentang kependudukan Indonesia di Timor Timur
            Namun PBB tidak menyetujui tindakan Indonesia. Setelah referendum yang diadakan pada tanggal 30 Agustus 1999, di bawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan Portugal, mayoritas penduduk Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia. Antara waktu referendum sampai kedatangan pasukan perdamaian PBB pada akhir September 1999, kaum anti-kemerdekaan yang konon didukung Indonesia mengadakan pembantaian balasan besar-besaran, di mana sekitar 1.400 jiwa tewas dan 300.000 dipaksa mengungsi ke Timor barat. Sebagian besar infrastruktur seperti rumah, sistem irigasi, air, sekolah dan listrik hancur. Pada 20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dengan sokongan luar biasa dari PBB. Ekonomi berubah total setelah PBB mengurangi misinya secara drastis.
            Semenjak hari kemerdekaan itu, pemerintah Timor Leste berusaha memutuskan segala hubungan dengan Indonesia antara lain dengan mengadopsi Bahasa Portugis sebagai bahasa resmi dan mendatangkan bahan-bahan kebutuhan pokok dari Australia sebagai "balas budi" atas campur tangan Australia menjelang dan pada saat referendum. Selain itu pemerintah Timor Leste mengubah nama resminya dari Timor Leste menjadi Republica Democratica de Timor Leste dan mengadopsi mata uang dolar AS sebagai mata uang resmi yang mengakibatkan rakyat Timor Leste menjadi lebih krisis lagi dalam hal ekonomi.






B.   tujuan di dirikannya ASEAN
Tujuan di dirikannya ASEAN supaya mempererat hubungan antar Negara dan Negara lain yang ada di 1 organisasi yaitu ASEAN.
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
        Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
                                               Prinsip Utama ASEAN
        Prinsip-prinsip utama ASEAN digariskan seperti berikut:
Menghormati kemerdekaan, kesamaan, integritas dan identitas nasional semua negara
Setiap negara memiliki hak untuk menyelesaikan permasalahan nasionalnya tanpa ada campur tangan dari luar
        Penyelesaian perbedaan atau perdebatan antar negara dengan aman
Menolak penggunaan kekuatan dan kekerasan
Meningkatkan kerjasama yang efektif antara anggota
        ASEAN dikukuhkan oleh lima negara pengasas; Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok Proses pembentukan ASEAN dibuat dalam sebuah penandatanganan perjanjian yang dikenal dengan nama “Deklarasi Bangkok”. Adapun yang bertanda tangan pada Deklarasi Bangkok tersebut adalah para menteri luar negeri saat itu, yaitu Bapak Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand). Pada tanggal 8 Januari 1984, seminggu setelah mencapai kemerdekaannya, negara Brunei masuk menjadi anggota ASEAN. 11 tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudianya, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja sudah menjadi anggota ASEAN bersama sama Myanmar dan Laos, Kamboja terpaksa menarik diri disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Namun, dua tahun kemudian Kamboja kembali masuk menjadi anggota ASEAN pada 30 April 1999.

TUJUAN DIBENTUKNYA PIAGAM ASEAN (ASEAN CHARTERED).
         Tahun 2007 bisa dikatakan bersejarah bagi ASEAN. Kawasan ini memiliki tampilan baru. Ada harapan ASEAN akan terstruktur dan tersistematis.
         Semua itu ditandai dengan ditandatanginya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) sebagai kerangka “konstitusi bersama” ASEAN.
        Keberadaan sebuah piagam agar bisa lebih mengikat negara-negara anggota sebenarnya sudah cukup lama dikumandangkan di kalangan pemikir ASEAN. Akan tetapi, baru pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2003 di Bali, keinginan ASEAN untuk memiliki sebuah piagam bersama itu mulai dikonkretkan.
        Ibarat sebuah perusahaan yang harus memiliki status hukum yang jelas, apakah itu perseroan terbatas (PT) atau perusahaan dagang (PD), ASEAN sebagai organisasi regional yang sudah berusia 40 tahun ini memang sudah seharusnya punya status hukum. Idealnya, dengan adanya status hukum itu, ASEAN lebih punya keleluasaan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya kalangan pebisnis. Dia (ASEAN) juga bisa memiliki aset, visi, dan misi, serta alat/perangkat untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut.
        Piagam ASEAN memang tidak otomatis akan mengubah banyak hal di ASEAN. Malah, piagam itu sesungguhnya makin mengekalkan banyak kebiasaan lama. Misalnya, pengambilan keputusan di ASEAN tetap dengan cara konsensus dan KTT ASEAN menjadi tempat tertinggi untuk pengambilan keputusan jika konsensus tidak tercapai atau jika sengketa di antara anggota terjadi.
        Meski demikian, piagam tersebut hadir di saat yang pas, yaitu ketika kawasan Asia Tenggara ini terus berubah dan negara-negara ASEAN semakin memperluas cakupan kerja sama yang lebih kukuh ke Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan China), Asia Tengah (India), serta ke selatan (Australia dan Selandia Baru). Juga, KTT Asia Timur yang diselenggarakan beriringan dengan KTT ASEAN.

              Tujuan dibentuknya Piagam Asean adalah sebagai berikut:

1. Permudah kerja sama

        Adanya Piagam ASEAN secara organisatoris akan membuat negara anggota ASEAN relatif akan lebih terikat kepada berbagai kesepakatan yang telah dibuat ASEAN. Secara teoretis, piagam itu akan semakin mempermudah kerja sama yang dibuat ASEAN dengan mitra-mitra dialognya.
        Jika pada masa lalu mitra ASEAN terkadang mengeluh bahwa kesepakatan yang telah dibuat dengan ASEAN ternyata hanya dilaksanakan dan dipatuhi oleh beberapa negara anggota ASEAN, kini kekhawatiran itu bisa dikurangi.

        Mekanisme kerja yang lebih jelas di ASEAN seperti tertuang dalam Piagam ASEAN itu juga akan mempermudah mitra-mitra atau calon-calon mitra yang ingin berurusan dengan ASEAN. Begitu pula bila di kemudian hari terjadi persengketaan, Piagam ASEAN telah membuat pengaturan umum untuk penyelesaian sengketa itu.
         Lebih penting lagi secara politis, ASEAN kini menegaskan dirinya sebagai organisasi yang menghormati serta bertekad untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi. Piagam meminta ASEAN menghargai HAM.
         Meski saat ini pelaksanaan kedua hal itu masih jauh dari ideal, setidaknya ASEAN sudah mengakui bahwa penghormatan atas HAM dan demokrasi sebagai nilai-nilai dasar, sama seperti umumnya negara maju. Dengan demikian, hambatan psikologis untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN seperti sering terdengar selama ini dari beberapa negara maju, setidaknya sudah bisa dikurangi meski hambatan belum sepenuhnya bisa dihapuskan.

2. Tantangan internal
       
 Keberhasilan ASEAN melahirkan sebuah piagam bersama tidak otomatis bermakna ASEAN yang semakin solid. Tantangan terbesar justru berada di lingkungan internal ASEAN sendiri, khususnya bagaimana agar benar-benar bisa mengimplementasikan piagam itu sehingga ASEAN menjadi kekuatan yang menyatu dan tidak terpecah belah.
        Bagaimanapun, kehadiran Piagam ASEAN, yang di dalamnya mengharuskan para anggota mematuhi apa-apa yang sudah diputuskan bersama oleh ASEAN, akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Mereka ini sebenarnya menaruh keberatan atas keputusan bersama itu. Meski demikian, Piagam ASEAN memang telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlalu keras terhadap para anggotanya yang belum bisa menaati kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat.
        Celah-celah untuk kompromi yang sering kali diistilahkan banyak kalangan sebagai cara ASEAN (the ASEAN way) masih banyak diakomodasi di dalam piagam tersebut. Di bidang ekonomi, misalnya, Piagam ASEAN menjamin hak negara-negara anggota untuk berpartisipasi secara fleksibel dalam pelaksanaan komitmen-komitmen ekonomi di ASEAN. Begitu pula dalam pelaksanaan prinsip-prinsip “politik” ASEAN, seperti khususnya demokrasi dan penghormatan dan jaminan atas hak-hak asasi manusia, asas yang fleksibel tetap dipertahankan.
        Satu hal penting dalam Piagam ASEAN yang memang sudah selayaknya dilakukan adalah menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang berorientasi pada rakyat atau bukan organisasi birokrat semata. Dengan demikian, dibuka bahkan didorong kesempatan lebih besar kepada warga masyarakat ASEAN untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih intens.
        Pergaulan rakyat ASEAN di kawasan regional dan internasional itu tentu akan berkontribusi positif kepada kerja sama ASEAN dengan mitra-mitranya di seluruh kawasan.

3. Langkah paling maju
        Ada tiga rencana ASEAN yang dituliskan di piagam itu. Tiga hal itu adalah menginginkan lahirnya Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Keamanan ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.

  Jangan skeptis dulu dengan rencana pembentukan komunitas itu. Atau jangan melihat realitas sekarang jika ingin menilai prospek pembentukan tiga jenis komunitas itu. ASEAN bisa saja tidak terlihat berwibawa, melihat realitas sekarang, dengan mayoritas anggotanya punya masalah tersendiri yang tergolong berat. Beberapa di antaranya bahkan masih tergolong negara paria.
        Sesungguhnya, rencana pembentukan komunitas itu merupakan refleksi dari tajamnya visi para pemikir ASEAN. Piagam itu disusun para pakar atau figur terkenal di ASEAN. Wakil dari Indonesia adalah mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas.
         Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas terkesan jengkel dengan analisis pengamat yang relatif selalu skeptis melihat ASEAN. “Mereka itu kadang genit, ya,” demikian kalimat lucu dari Ali Alatas mengomentari piagam yang disambut dingin oleh pengamat.

4. Piagam merefleksikan pandangan jauh ke depan.
        Bahkan, piagam secara tersirat akan membuat ASEAN malu jika tidak bisa memenuhinya di kemudian hari. Inilah sumbangsih para pemikir ASEAN. Ini merupakan bukti bahwa para pakar ASEAN tidak dungu, tetapi punya sudut pandang yang strategis menuju masa depan.
        Hal ini diperkuat lagi dengan rencana pemerintah ASEAN, yang pada November lalu, di Singapura, sudah menandatangani deklarasi pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Bahkan, pada tahun 2008 sudah ada langkah untuk mewujudkan komunitas ekonomi ini. Tujuan akhirnya adalah aliran barang, jasa, warga yang relatif lebih bebas di ASEAN.
        Ini strategis mengingat contoh empiris, negara kaya di dunia menjadi makmur karena mobilitas itu. Para teknokrat ekonomi dan para figur terkenal ASEAN sudah memberi contoh soal penyusunan langkah ke depan.
        Sekarang ini, eksekusinya ada di lingkungan pemerintah di ASEAN yang sarat problem, bahkan masih suka menyiksa rakyat.
        Apakah junta Myanmar tahu piagam, atau lebih percaya piagam ketimbang paranormal? Ini hanya contoh kecil. Tetapi sudahlah, semoga waktu akan mengubah perangai dan perilaku sebagian pemerintahan di ASEAN, yang juga masih sering sekadar berkomitmen dan tidak bertindak nyata. Setidaknya mereka masih mau menorehkan sejarah baru dengan menandatangani Piagam ASEAN dan juga cetak biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2015

5. Strategis
       
Piagam itu sendiri dinilai strategis karena akan menjadi landasan hukum yang menjamin integrasi politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, demokratisasi, perlindungan hak asasi, dan pelestarian lingkungan.
        Pembuatan piagam merupakan terobosan penting dalam sejarah ASEAN, yang selama 40 tahun lebih bersifat peguyuban. Dalam menghadapi tantangan 40 tahun kedua, ASEAN memang membutuhkan pijakan hukum yang lebih jelas dalam membangun blok politik dan ekonomi.









B.   Letak wilayah Filipina dan Timor leste
Filipina:
ASTRONOMIS:35°6'10" LU, 129°2'25" BT
GEOGRAFIS:Filipina tediri dari 7.107 pulau dengan luas total daratan diperkirakan 300.000 km². Negara ini terletak antara 116° 40' dan 126° 34' BT, dan 4° 40' dan 21° 10' LU.Di timur dia berbatasan denganLaut Filipina, di barat denganLaut China Selatan, dan di selatan dengan LautSulawesi.Pulau Borneo terletak beberapa ratus kilometer di barat daya dan Taiwan di utara.Maluku dan Sulawesi di selatan, dan di timur adalah Palau.
Kepulauan ini dibagi menjadi tiga kelompok utama: Luzon (Region I sampai V + NCR & CAR), Visayas (VI sampai VIII), dan Mindanao (IX sampai XIII + ARMM). Pelabuhan sibuk Manila, di Luzon, adalah ibu kota negara dan kota terbesar-kedua setelah Kota Quezon.
Timor leste:
Geografi Timor Leste.
garis pantai: 706 km, Relief: Pegunungan,Tanah irigasi:1.065 km²
astronomis:
Timor Leste terletak antara 8°LS -. 10°LS dan 124°BT - 127°30'BT
C.   Potensi SDA Filipina & timor leste yang dapat di kembangkan
Filipina:
            Filipina mempunyai beberapa hasil alam sebagai berikut:
Hasil utama pertaniannya antara lain padi, jagung, sayuran, buah-buahan, tebu, tembakau, abaka, dan kelapa.Dalam bidang kehutanan, Filipina termasuk penghasil kayu potensial.Jenis kayu yang dihasilkan antara lain cedar, pinus, eboni, dan mahoni.Pertambangan Filipina menghasilkan beberapa bahan tambang seperti emas, perak, nikel, tembaga, besi, dan lain-lain.Industri yang dikembangkan meliputi industri tekstil, makanan dan minuman, obat-obatan, perakitan elektronik, dan lain-lain.
Timor leste:
Ø  Hasil laut:
- Sebagai sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya.
- Sebagai jalur transportasi air.
- Sebagai objek wisata.
- Dari dasar laut sering ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi.
Ø  Hasil tambang: Minyak bumi, gas alam, emas, dan marmer.
Ø  Tanah: karna di timor leste merupakan tanah alluvial maka;
Tanah Aluvial (Endapan) merupakan jenis tanah yang dibawa dan diendapkan oleh aliran air sungai. Karena subur tanah aluvial maka sangat baik untuk pertanian. Tanah aluvial terdapat di lembah/tepi aliran sungai dan delta

D.  Tingkat pendidikan penduduk
Filipina  :
a. Pra-Pendidikan Dasar
Pra-pendidikan dasar disediakan untuk anak berusia 3-5 tahun. Program yang ditawarkan beragam seperti Nursery (Pendidikan Anak Usia Dini) untuk anak usia 3-4 tahun, kindergarten (TK) untuk usia 4-5 tahun, dan Sekolah Persiapan SD untuk usia 5-6 tahun.
b. Pendidikan Dasar
Sekolah Dasar, terdiri dari 6 tingkat, beberapa sekolah menambahkan tingkat tambahan (tingkat ke-7). Tingkat-tingkat ini dikelompokkan menjadi dua subdivisi utama, Tingkat Primer (dasar) meliputi 3 tingkat pertama, dan Tingkat Intermediet (lanjutan) terdiri dari 3 atau 4 tingkat. Penyelenggaraan enam tahun pendidikan dasar ini wajib dan disediakan gratis di sekolah-sekolah umum.
(1) Sekolah Publik
Mata Pelajaran Inti: Matematika, Ilmu Pengetahuan, Bahasa Inggris, Bahasa Filipina, Dan Makabayan (Ilmu Sosial, Pendidikan Kehidupan, Nilai-Nilai). Pada tingkat ke-3 ditambahkan mata pelajaran Sains. Mata Pelajaran Lainnya: Musik, Seni, dan Pendidikan Jasmani.
(2) Sekolah Swasta
Mata Pelajaran: Matematika, Bahasa Inggris, Sains, Ilmu Sosial, Komputer Dasar, Bahasa Filipina, Musik, Seni dan Teknologi, Ekonomi Kerumahan, Kesehatan, Pendidikan Jasmani. Di Sekolah Katolik diberikan materi Pendidikan Agama atau Kehidupan Umat Kristen.Pada Sekolah Internasional dan Sekolah Cina diberikan mata pelajaran tambahan berupa Bahasa dan Budaya.
Bahasa pengantarnya ialah Bahasa Inggris. Bahasa Filipina digunakan dalam pengajaran Makabayan dan Bahasa Filipina,
selain juga digunakan bahasa-bahasa daerah seperti Cebuano, Hiligaynin, Bicolano, dan Waray. Bahasa Arab digunakan di Sekolah-sekolah Islam.Di Sekolah Cina diajarkan dua tambahan bahasa Cina Hokkien dan Cina Mandarin.Sekolah Internasional umumnya menggunakan Bahasa Inggris di semua mata pelajaran.
            National Elementary Achievement Test (NEAT), ujian nasional SD, yang orientasinya adalah sebagai tolak ukur sekolah kompetensi, bukan sebagai pengukur kecerdasan siswa, dihapuskan pada tahun 2004, dan pada tahun 2006 diberlakukan hanya kepada sekolah swasta untuk ujian masuk sekolah menengah. Dengan dihapuskannya NEAT para siswa tidak perlu menghasilkan skor apapun untuk mendapatkan pengakuan ke sekolah tinggi negeri.Departemen Pendidikan kemudian mengubah NEAT dan menggantikannya dengan National Achievement Test (NAT).Sekolah dasar publik dan swasta mengambil ujian ini untuk mengukur kompetensi sekolah.
c. Pendidikan Menengah
            Pendidikan sekolah menengah di Filipina terdiri dari empat tahun dan disediakan secara gratis di sekolah-sekolah umum, ditujukan kepada siswa-siswa berusia 12-16. Pendidikan Menengah bersifat terkotak, yaitu setiap tingkat berfokus kepada tema atau isi tertentu, sehingga sering disebut sebagai sekolah tinggi. Pendidikan Menengah:
Tahun ke-1 (Freshman): Aljabar I, Sains Terintegrasi, bahasa Inggris I, bahasa Filipina I, dan Sejarah Filipina.
Tahun ke-2 (Sophomore): Aljabar II, Biologi, bahasa Inggris II, bahasa Filipina II, Sejarah Asia.
Tahun ke-3 (Junior): Geometri, Kimia, bahasa Filipina III, sejarah Dunia, dan Geografi.
Tahun ke-4 (Senior): Kalkulus, Trigonometri, Fisika, bahasa Filipina IV, Sastra, dan Ekonomi.
Pelajaran tambahan meliputi Kesehatan, Ilmu Komputer Lanjutan, Musik, Seni, Teknologi, Ekonomi Kerumahan, dan Pendidikan Jasmani.Pada Sekolah-Sekolah Eksklusif ditawarkan mata pelajaran pilihan meliputi berbagai macam Bahasa, Pemrograman Komputer, Menulis Sastra, dan lainnya.Sekolah Cina memberikan tambahan pelajaran Bahasa dan Budaya.Sekolah Persiapan (Pra-Pendidikan Tinggi) memberikan beberapa kursus Bisnis dan Akutansi, sedangkan Sekolah Sains memberikan mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika pada setiap tingkat.
            National Achievement Test Sekunder (NSAT) yang dikelola oleh Departemen Pendidikan adalah ujian di akhir tahun ke-4 sekolah menengah, namun kemudian ditiadakan.Kini setiap sekolah publik atau swasta menyelenggarakan sendiri ujian masuk pendidikan di Perguruan Tinggi (College Entrance Examinations, CEE).
            Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, siswa dapat memilih untuk mengambil Pelatihan Kejuruan 2 atau 3 tahun atau melanjutkan ke Perguruan Tinggi (Universitas).
d. Pendidikan Teknik dan Kejuruan
            Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TESDA), adalah suatu badan yang mengawasi pendidikan pasca-sekolah menengah pendidikan teknis dan kejuruan, termasuk orientasi keterampilan, pelatihan dan pengembangan pemuda luar sekolah dan masyarakat pengangguran dewasa. TESDA dikelola oleh Dewan Tenaga Kerja dan Pemuda (NMYC) dan Program magang dari Biro Ketenagakerjaan Lokal (BLE), keduanya dari Departemen Pekerjaan dan Ketenagakerjaan (DOLE) bekerjasama dengan Biro Pendidikan Teknis dan Kejuruan (BTVE) dari Departemen Pendidikan, Kebudayaan, dan Olah Raga (DECS, sekarang DepEd), berlandaskan Undang-Undang Republik Nomor 7796 atau dikenal sebagai “Undang-Undang Pendidikan Teknik dan Pengembangan Keterampilan 1994” yang untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah bagi industri.
e. Pendidikan Tinggi
            Pendidikan Tinggi dikelola oleh Komisi Pendidikan Tinggi (CHED), berdasarkan UU Republik No. 7722 atau UU Pendidikan Tinggi 1994. CHED adalah lembaga independen setingkat departemen yang berasal dan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan (DepEd).Tugasnya adalah mengkoordinasikan program-program lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan menerapkan kebijakan dan standar.
Pendidikan Tinggi di Filipina diklasifikasikan menjadi universitas dan perguruan tinggi negeri (SUC) dan universitas dan perguruan tinggi lokal (LCU).SUCs (State Universities and Colleges) adalah lembaga-lembaga pendidikan tinggi publik yang disewa, ditetapkan oleh hukum, dikelola, dan disubsidi secara finansial oleh pemerintah.LUCs (Local Universities and Colleges) merupakan lembaga-lembaga perguruan tinggi yang didirikan dan didukung secara finansial oleh pemerintah daerah.
HEIs (High Education Institutions) adalah lembaga-lembaga Pendidikan tinggi yang berada langsung di bawah lembaga pemerintah yang ditetapkan dalam undang-undang.Mereka menyediakan pelatihan khusus di bidang-bidang seperti ilmu militer dan pertahanan nasional. Sedangkan CSI (CHED Supervised Institution) adalah lembaga pasca pendidkan menengah public yang tidak disewa oleh pemerintah, ditetapkan oleh hukum,dikelola, diawasi, dan didukung secara finansial oleh pemerintah. Adapun OGS (Other Government Schools) adalah lembaga pendidikan menegah dan pasca pendidikan menengah, biasanya merupakan lembaga pendidikan teknis-kejuruan yang menawarkan program pendidikan tinggi.
Amerika sebagai mantan penjajah, memiliki pengaruh besar bagi perkembangan bangsa Filipina.Amerika melakukan berbagai perubahan signifikan bagi Filipina. Sistem pendidikan dan demokrasi dibangun, bahasa Inggris menjadi bahasa nasional, sistem administrasi publik dibuat serta berbagai transformasi “American way“ lainnya dikembangkan ke masyarakat Filipina. Namun, menurut Constantino (1974), sistem pendidikan yang diajarkan oleh Amerika adalah “mis-education” bagi bangsa Filipina.Pendidikan Amerika membuat de-Filipinanisasi bagi generasi mudanya. Mereka menempatkan kultur, nilai, gaya hidup Amerika sebagai ukuran superior yang harus dirujuk. Cerita tentang kejayaan kepahlawan Amerika serta keunggulan institusi Amerika mengobsesi generasi muda, menempatkan model “American society“ sebagai bentuk ideal bagi kehidupan masyarakat Filipina. Hasil akhirnya, Filipina menjadi pasar yang bersahabat bagi membajirnya produk-produk “made in America”.
Dampak dari mis-education inilah yang mungkin menjadi problem besar bagi Filipina dewasa ini.Kemajuan Filipina menjadi bangsa yang kuat tersendat sekalipun berbagai berbagai potensi sudah dimilikinya.
            Isu War Against Terrorisme membahana pasca peristiwa 11 September 2001 dan disusul dengan aksi teror di wilayah-wilayah pemerintahan dan lembaga-lembaga asing milik Barat, hal ini memunculkan pula nama Osama bin Laden sebagai pendiri Al-Qaeda yang diduga merupakan jaringan teroris internasional. Selain di AS terorisme pun banyak terjadi di Asia Tenggara, seperti tragedy Bom Bali I yang terjadi tak lama dari peristiwa 911 di Washington DC, pemboman hari Rizal di Filipina 30 Desember 2000, juga pemboman-pemboman beruntun di Indonesia.Rangkaian peristiwa teror di Asia Tenggara diduga adanya keberadaan jaringan terorisme di wilayah ini, mengingat peristiwa tersebut terjadi di saat momen-momen yang penting dan wilayah-wilayah strategis.Namun dalam perjalanannya Indonesia, Malaysia dan Singapura telah menunjukkan keseriusannya dalam membasmi jaringan tersebut di Asia Tenggara.Namun, Filipina yang juga merupakan negara tujuan terorisme cenderung tidak serius menangani hal tersebut.Sementara Filipina dianggap sebagai wilayah yang paling strategis sebagai persemayaman teroris.
            Filipina telah mengalami konflik berkepanjangan antara pemerintahan Filipina dengan para separatisan di Moro.MNLF (Moro National Liberalization Front) yang merupakan organisasi separatisan mempersiapkan kelompok tersebut agar lebih kuat. Salamat Hashim yang baru saja pulang dari pendidikannya di Al Azhar menjadikan kelompok ini bercabang, dengan membentuk MILF (Moro Islamic Liberalization Front) yang perjuangannya lebih spesifik memperjuangkan Islam Moro agar memperoleh legitimasi secara independen tanpa adanya intervensi dari pemerintah Filipina.
Keberadaan MILF yang Islam sentris mempermudah jaringan teroris Internasional semacam Al-Qaeda dan JI (Jamaah Islamiyah) masuk kedalamnya dan menyebarkan ideologi jihad.Salamat Hashim merekrut pemuda-pemuda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura juga dari Filipina itu sendiri. Faktor yang menyebabkan Filipina menjadi tempat jaringan teroris ini mudah karena, pertama, sejak 1990-an merupakan tempat para pemuda didikan JI sebagai pelatihan dan pembentukan militer yang bertujuan membentuk sebuah Negara Islam Indonesia. Kedua, Pemerintahan Filipina kurang efektif dalam usahanya untuk membekuk pergerakan teroris di negaranya, pemantauan arus pendatang dan penduduk serta penyelundupan senjata dan dana yang masuk melalui Filipina Selatan yang juga dapat diakses dari Malaysia. Dan yang terkahir keberadaan separatisan di Moro menjadikan Filipina sasaran empuk, karena separatisan ini membutuhkan dukungan dana dan sumber daya manusia dari para donatur.
            Sedangkan proses negosiasi antara pemerintah dengan MILF selalu tidak tercapai dengan baik, selalu saja ada salah satu pihak yang mengingkari isi perjanjian dengan menyerang kamp-kamp milik MILF ataupun sebaliknya dengan menyerang kantor-kantor pemrintahan. Konflik berkepanjangan ini justru menyebabkan akar terorisme di Moro yang semakin kuat, serta beberapa lulusan pendidikan militer zaman invansi Soviet ke Afghanistan menyebabkan solidaritas muslim negara-negara lainnya dengan mengirimkan pemuda-pemuda muslim dalam memberikan pendidikan militer di kamp-kamp Afghanistan. Setelah konflik selesai, para lulusan ini kemudian dimanfaatkan sebagai pendidik bagi pemuda-pemuda yang baru bergabung.Pendidikan yang diberikan berupa pendidikan militer dengan memberikan pengetahuan senjata dan perakitan bom.
            Analisanya, bahwa Islam yang menganut sistem khilafah menjadikan seorang tokoh besar dijadikan panutan bagi mereka. Bagaimana seorang Salamat Hashim yang memiliki nama besar dapat menjadi magnet untuk menarik minat pemuda untuk masuk kedalam kelompok tersebut. Penyebaran ideologi pun sangat mudah dilakukan, dengan melakukan ceramah-ceramah di masjid pun dapat mempermudah penyampaian ideologi bagi para militan agar berpegang teguh pada apa yang dilakukannya, yaitu berjuang di jalan Allah dan melakukan jihad demi mati di jalan Allah SWT.
Selain itu negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Filipina merupakan negara-negara yang tingkat perekonomiannya rendah, dan tingkat pendidikan yang miris.Sehingga ini menjadi nilai plus bagi para pendiri MILF dan JI untuk memanfaatkan mereka demi menjalankan misi politiknya.

Timor Leste:
Ø Perkembangan SD, SLTP, SMU,dan perguruan tinggi di Timor Timur Tahun Ajaran 1976/77-1990/91


E.   Tingkat kesejahteraan penduduk dalam perekonomian
Filipina :
Perekonomian Filipina didukung terutama olehkegiatan jasa.Lebih dari 50% penduduk bekerja disektor jasa.Namun, bidang pertanian juga sangat penting.Sebanyak 35% penduduknya bekerja di bidangpertanian. Hasil utama pertaniannya antara lain padi, jagung, sayuran, buah buahan, tebu, tembakau,abaka, dan kelapa. Dalam bidang kehutanan, Filipina termasuk penghasil kayu potensial.Jenis kayuyang dihasilkan antara lain cedar, pinus, eboni,dan mahoni.Pertambangan Filipina menghasilkan beberapabahan tambang seperti emas, perak, nikel, tembaga,besi, dan lain-lain.Industri yang dikembangkanmeliputi industri tekstil, makanan dan minuman,obat-obatan, perakitan elektronik, dan lain-lain.
Timor Leste:
Perekonomian
Sebagai negara baru, Timor Leste relatif sedang merintis berbagai bidang perekonomian, dari pertanian hingga pertambangan. Hasil pertanian utama Timor Leste adalah kopi, jagung dan kentang. Hasil tambangnya meliputi emas, perak, dan marmer. Timor Leste juga memiliki potensi minyak bumi di Celah Timor (TimorGap). Namun, eksploitasi belum dapat dilakukan secara mandiri, karena masih terbatasnya sarana dan prasarana. Eksploitasi dilakukan oleh Australia dengan pembagian hasil.



F.    Tingkat kesehatan penduduk
Filipina: Philipina jumlah penduduk:86,3 kepadatan penduduk: 272
           Timor Leste: Jumlah penduduk : ± 1.040.880 jiwa (2005)  Kepadatan : ± 69 jiwa/km² jumlah penduduk:1,0 juta(2006) kepadatan:53jiwa/

G.  Hubungan Filipina & timor leste dengan Indonesia
Filipina:
Selain memiliki hubungan diplomatik yang baik, Filipina dan Indonesia juga menjalin kerja sama dalam bidang perekonomian. Kedua Negara anggota APEC dan WTO, serta memiliki kerja sama ekspor impor. Ekspor Indonesia ke Filipina adalah minyak mentah, besi , baja, alumunium dan pupuk. Ekspor Filipina ke Indonesia adalah hasil penyulingan minyak bumi, gula, dan madu. Selain itu kedua negara juga melakukan kerja sama dalam hal perikanan, pertanian, kehutanan pendidikan dan kebudayaan. Akhir-akhir ini kedua kegara juga menyepakati kerja sama bidang energy termasuk energi geotermal.
      Timor leste:
Timor Timur (secara resmi bernama Republik Demokratik Timor-Leste) dan Indonesia berbagi Pulau Timor. Indonesia menginvasi bekas koloni Portugis di tahun 1975 dan menganeksasi Timor Timur pada tahun 1976, mempertahankan Timor Timur sebagai propinsi ke-27 sampai referendum yang disponsori PBB tahun 1999, di mana rakyat Timor Timur memilih kemerdekaan. Setelah administrasi interim PBB, Timor Timur mendapatkan kemerdekaan pada tahun 2002.
Meskipun masa lalu traumatis, hubungan dengan Indonesia sangat baik. Indonesia sejauh ini merupakan mitra dagang terbesar Timor Timur (Sekitar 50% dari impor, 2005) dan terus meningkat saham.
Masalah yang harus diatasi meliputi, East Timor-Indonesia Batas rapat Komite untuk survei dan membatasi batas tanah; dan Indonesia sedang mencari penyelesaian pengungsi Timor Timur di Indonesia.
Bidang Ekonomi
Indonesia sejauh ini merupakan mitra dagang terbesar Timor Timur (Sekitar 50% dari impor, 2005) dan terus meningkat saham





BAB III
1.     REKAMAN HASIL PRESENTASI
a)      Apa susunan ke tata negaraan filipina?
b)      Apa saja tingkat pendidikan di timor leste?
JAWABAN:

a)      Filipina bentuk tata negaranya adalah pemerintahan
b)      Perkembangan SD, SLTP, SMU,dan perguruan tinggi di Timor Timur Tahun Ajaran 1976/77-1990/91